Awas! Salah Beri Nama, Bisa Ganggu Psikologi Anak

0

DeParenting.com – Menjelang hari kelahiran, biasanya orang tua atau bahkan kerabat sudah menyiapkan nama. Meski kandungan sudah di USG dan diketahui jenis kelaminnya laki-laki misalnya, mereka tetap menyiapkan nama-nama perempuan. Sebagai jagan, kalau orang Jawa bilang.

Nama merupakan sebuah doa dan pengharapan. Agar kelak si bayi tumbuh dan berkembang menjadi yang seperti mereka harapkan.

Awas! Salah Beri Nama, Bisa Ganggu Psikologi Anak 1

Yahbun, meski orang tua memiliki hak untuk memberikan nama pada anak namun hendaknya mempertimbangkan anaknya kelak saat menyandang nama itu. Orang tua tak boleh semena-mena memilih nama. Pokoknya asal suka dengan tokoh, nama tempat, kenangannya, langsung dipilih.

Apalagi di kehidupan yang serba modern saat ini, pemilihan nama harus benar-benar selektif. Jika tidak, bisa menimbulkan beban psikologis yang menahun bagi anak.

1. Nama yang terlalu unik akan menyolok. Anak akan menjadi pusat perhatian sekelilingnya, saat namanya dipanggil. Jika anak siap dengan kondisi itu, tak mengapa. Namun jika tidak maka akan mempengaruhi sikap dan mentalnya.

Misalnya, Alexander atau Andy Go School di tengah-tengah masyarakat yang namanya Arif, Bayu, Hendro.

2. Nama yang memiliki awalan huruf ‘A’ maka saat sekolah siap-siap nantinya akan duduk di bangku terdepan ketika ujian semester atau kenaikan kelas.

3. Nama yang umum namun terlau pendek. Semisal Sri atau Dul. Penyandang nama bisa menjadi minder. Hal ini dinilai sebagai perhatian yang kecil sehingg pemilik nama seperti terabaikan. Salah satu nama anak di Kabupaten Grobogan Jawa Tengah diberi nama ‘An’. Singkat cerita, si orang tua memberikan nama itu karena saat itu awal kemunculan chanel televisi AN TV.

4. Lain lagi jika nama yang diberikan terlau panjang. Kadangkala, saat menginjak remaja nanti teman-temannya akan memanggil dengan nama singkatan. Sayangnya singkatan yang diberikan bisa jadi kurang menyenangkan dan cenderung membully.

Baca juga:  Orang Tua, Berdamailah Dengan Masa Lalumu

4. Nama asing akan memberi kesan bahwa pemilik nama berusaha menarik perhatian orang lain.

6. Nama akhir yang sering diberikan seperti nama keluarga besar atau nama ayah. Hal ini akan mendorong orang lain yang bertanya dan mengetahuinya.

7. Bila nama itu sendiri memiliki potensi untuk menghadirkan nama panggilan yang bermakna negatif. Hal ini bisa jadi membuat pemilik nama tak menyukainya.

8. Nama yang berkaitan dengan sesuatu yang tidak menyenangkan atau lucu. Misalnya, jika orang orang tua menyukai sepakbola apalagi fans club liverpoll, jangan sekali-kali menamainya Mohammed Salah. Kata salah memiliki makna tak benar di Indonesia.

9. Bila nama tidak sesuai dengan penampilan seseorang atau bentuk tubuhnya maka bisa membuat malu. Semisal, namanya ‘Cantik’ namun memiliki bentuk tubuh bongsor, memiliki nama ‘Gagah’ namun orangnya justru kerempeng atau memilliki sikap yang gemulai.

10. Nama yang sulit dieja akan membuat pemiliknya kelak berulang kali menjelaskan pada kawan-kawannya atau orang yang baru dikenalnya.

11. Nama-nama lawas atau kuno akan memberi kesan pemilknya juga orang kuno. Semisal kawan sebayanya bernama Sandi, Cyntia, Yusuf namun si anak di beri nama Sastro atau Pawiro. Hal ini juga bis amembuat minder anak.

12.Memiliki nama terdiri dari beberapa kata namun saat disingkat dan digabungkan menghasilkan inisial yang memalukan. Seperti Wahyu Candra yang disingkat ‘WC’ atau Wati Tania Susanto disingkat ‘WTS’.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.