DeParenting.com
  • Login
  • News
  • Artikel
  • Tips
  • Gaya Hidup
  • Homeschooling
  • Ruang Keluarga
No Result
View All Result
  • News
  • Artikel
  • Tips
  • Gaya Hidup
  • Homeschooling
  • Ruang Keluarga
No Result
View All Result
DeParenting.com
No Result
View All Result
Home News

Ayah-Bunda, Pilih Sekolah Daring Atau Tatap Muka Nih?

Statistik menunjukkan jika siswa belajar di rumah, 70% terjadi Konflik dan 30% dilanda kebosanan.

Deparenting by Deparenting
12 November 2020
in News
9 0
0
Anggota Komisi X DPR RI, AS Sukawijaya.

Anggota Komisi X DPR RI, AS Sukawijaya.

5
SHARES
136
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

DeParenting.com – Sekolah menjadi kebutuhan anak-anak. Namun pandemi, membuat pembelajaran jadi serba salah. Mau pembelajaran tatap muka, khawatir anak terpapar Covid 19. Namun jika terus-terusan pembelajaran daring, tak efektif.

Bahkan pembelajaran daring telah membuat banyak orang tua kerepotan. Mulai dari menyita waktu pekerjaan karena harus menemani anak. Sampai meningkatnya stres orang tua karena anak tak juga paham saat diajar materi pelajaran.

RekomendasiBaca

Anggota DPR RI Minta Tes PCR Per Tiga Hari Bagi Pekerja

Anggota DPR RI Minta Batalkan Rencana PPN Sektor Pendidikan

Hoax! Beredar Ajakan Wakaf Palsu Catut Nama MTA

Bahkan, statistik menunjukkan jika siswa belajar di rumah, 70% terjadi Konflik dan 30% dilanda kebosanan.

Karena saat ini pembelajaran daring masih berjalan, mari kita tengok tanggapan orang tua.

Sebagian besar orang tua, terutama yang memiliki anak usia SD, merasa keberatan. Tak hanya repot soal waktu dan memahami materi pelajaran, namun teknologi ternyata menjadi persoalan sendiri.

“Menjelaskan ke anak belum tentu bisa langsung dipahami. Gagap teknologi dan boros lagi. Banyak menyita waktu,” kata Liana, salah satu wali murid SD di Pedurungan Kota Semarang.

Cerita seperti itu tak hanya Liana, tapi juga ribuan orang tua di seluruh Indonesia.

Kondisi itu sedikit berbeda dengan orang tua yang memiliki anak kelas SMP atau SMA sederajad. Anak lebih bisa mandiri, sehingga orang tua tidak terlalu kerepotan.

Baca juga:  Lockdown Pulau Jawa, Ini Komentar Tegas Ganjar Pranowo

Melihat kondisi riil di lapangan, Komisi X DPR RI telah melakukan pembahasan. Mengenai kapan pembelajaran tatap muka bisa dimulai. Mayoritas anggota Komisi X DPR RI sepakat setelah ada vaksin nanti.

Anggota Komisi X DPR RI, AS Sukawijaya atau Yoyok Sukawi menawarkan dua opsi. Pertama, pembelajaran tatap muka bisa dilakukan. Dengan catatan, ada kepastian penerapan protokol kesehatan dengan ketat. Tak hanya sebatas cuci tangan dengan sabun, pakai masker dan jaga jarak. Namun siswa dan tenaga pendidik mesti di swab berkala.

Detil persyaratan itu mesti dituangkan dalam regulasi oleh Kemendikbud. “Kalau rapid test bisa bocor (tak terdeteksi) itu. Harus swab. Nah yang menjadi persoalan memang anggaran, karena biaya swab mahal,” ujarnya.

Melalui regulasi dari Kemendikbud, lanjutnya, jika memang sekolah tak bisa memenuhi persyaratan maka pembelajaran daring tetap menjadi pilihan. Diakuinya jika pembelajaran daring tak seefektif pembelajaran tatap muka. Namun dalam kondisi pandemi ini, pembelajaran daring tetap menjadi opsi yang terbaik.

Opsi kedua adalah pembelajaran daring sebagaimana yang telah berjalan saat ini. Pembelajaran model ini bisa segera dihentikan dan beralih ke tatap muka jika vaksi telah selesai diproduksi dan siap digunakan.

“Kalau misal vaksin sudah dibagi bulan November ini, pembelajaran tatap muka saat ini juga bisa langsung dimulai,” terang Yoyok.

Bagaimana ayah bunda, pilih anak sekolah daring atau tatap muka nih?

Tags: Belajar DaringKonflik Anak dan Orang Tuapandemipendidikan daringsekolahvaksin covid 19
Previous Post

Punya Suami Gendut, Selamat Anda Beruntung! Ternyata Banyak yang Menginginkannya

Next Post

Remaja pun Bisa Berperan Cegah Stunting di Jawa Tengah

Deparenting

Deparenting

Related Posts

Ilustrasi kamera drone. (DeParenting/Pixabay)
News

Beredar Unggahan Penerima Vaksin Covid 19 Terdeteksi Kamera, Ini Faktanya!

12 Juni 2021
PTM di sekolah dinilai tak efektif dan pembelajaran dilakukan dengan konsep baru. (DeParenting/Istimewa)
News

PTM Saja Tak Cukup, Konsep Pembelajaran Saat Pandemi Mesti Diubah

10 April 2021
Ilustrasi upacara bendera. (DeParenting/Pixabay)
News

WOW! Seleksi Paskibraka Jateng Jadi Percontohan Nasional

10 April 2021
FGD penyusunan draf usulan kebijakan sekolah damai yakni sekolah pro toleransi dan antiradikalisme di Hotel Santika Kota Semarang, Jumat (9/4). (DeParenting/Istimewa)
News

Begini Konsep Sekolah Damai di Jateng, Digagas Wahid Foundation dan eLSA

9 April 2021
Pelaksanaan pembelajaran tatap muka di sekolah. (DeParenting/Dok. Humas Prov Jateng)
News

Kejadian Ini Jangan Terulang di Pembelajaran Tatap Muka Tahap Dua di Jateng

5 April 2021
Pelaksanaan pembelajaran tatap muka di sekolah. (DeParenting/Dok. Humas Prov Jateng)
News

Sidak Uji Coba PTM, Ada Guru Berkerumun dan Sharing HP ke Siswa

5 April 2021
Next Post
Ketua TP PKK Jawa Tengah, Atikoh Ganjar Pranowo.

Remaja pun Bisa Berperan Cegah Stunting di Jawa Tengah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Deparenting
    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.
  • Kata Pengantar
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

© 2021 DeParenting - Berbagi cerita parenting dan home schooling.

No Result
View All Result
  • News
  • Artikel
  • Tips
  • Gaya Hidup
  • Homeschooling
  • Ruang Keluarga

© 2021 DeParenting - Berbagi cerita parenting dan home schooling.

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist