DeParenting.com – Buku masih terasa asing bagi anak-anak di Kabupaten Demak. Hal itu dibuktikan dengan masih rendahnya minat baca anak-anak Demak.
Saat anak-anak melihat buku, tak seantusias ketika menyimak siaran televisi. Atau buku jauh lebih tak menarik dibandingkan konten-konten di youtube. Itu membuktikan masih rendahnya minat baca anak-anak. Padahal buku merupakan jendela ilmu dengan referensi yang kuat. Upaya meningkatkan minat baca juga dilakukan di tempat lain, seperti di Semarang dengan mini library.
Pemerintah daerah setempat sadar akan hal itu. Demak merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Tengah yang berada di pesisir Pantai Utara Jawa.
Selanjutnya, sejumlah strategi pun dilakukan. Tujuannya, meningkatkan minat baca anak-anak Demak. Dibangunlah Taman Baca Masyarakat (TBM). Harapannya, dapat menjadi pusat sumber ilmu yang memiliki peran strategis untuk mewujudkan masyarakat yang memiliki minat dan berbudaya baca (reading society).
“TBM akan menjadi alternatif sebagai pusat belajar dalam rangka meningkatkan minat membaca anak-anak serta menyukseskan Kabupaten Demak sebagai kabupaten literasi dan budaya baca,” kata Kasi Sarana dan Prasarana Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Nonformal (PNF) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Demak, Suwito, Selasa (17/11).
Taman Baca Masyarakat itu memiliki tiga layanan. Yaitu Widya Pustaka, Widya Loka dan Widya Budaya. Widya Pustaka merupakan layanan penyediaan referensi kepustakaan tulis dan nontulis seperti buku, teks, buku popular, dan buku pengetahuan popular, serta berbagai rekaman dengan bermacam-macam media.
Sedangkan, Widya Loka adalah menyediakan layanan sarana untuk melaksanakan diskusi, bedah buku, sarasehan dan sebagainya. Terakhir, Widya Budaya merupakan wadah untuk menuangkan ide-ide dan mengasah bakat masyarakat, seperti menulis, teater, tari, dan membatik.
“Ketiga layanan yang taman baca masyarakat (TBM) sediakan bertujuan untuk menunjang aktivitas belajar masyarakat agar merasa nyaman saat datang ke TBM,” ungkap Kabid PAUD dan PNF Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Demak Afida Aspar.
Ditambahkan, Taman Baca Masyarakat juga memiliki program-program pembelajaran kreatif untuk meningkatkan minat baca anak. Di antaranya, program parenting, sekolah menulis, praktek buku, sekolah mitra, mengenal reptil, pelayanan peminjaman buku, menulis mimpi, membungkus kado, membuat origami, membaca cepat dan memahami isi.
“Pembelajaran kreatif ini diharapkan dapat mempengaruhi motivasi anak untuk membaca,” imbuhnya.
Bupati Demak HM Natsir mengatakan Taman Baca Masyarakat diharapkan dapat menjadi pusat sumber ilmu yang memiliki peran strategis untuk mewujudkan masyarakat yang memiliki minat dan berbudaya baca (reading society).
Menurutnya, membaca sangat penting dalam kehidupan masyarakat yang semakin kompleks, sehingga kemampuan membaca menjadi tuntutan.
“Salah satu upaya peningkatan sumber daya manusia yaitu dengan mendorong tumbuhnya minat belajar masyarakat, dan salah satu ciri terpenting dari masyarakat terpelajar adalah tingginya minat dan kegemaran membaca,” terangnya.





Tinggalkan Balasan