Belajar Baca-Tulis; Beli Jajan, Silakan Tulis Sendiri

2

Belajar tak sebatas mengajarkan, tapi prosesnya harus benar-benar memantik keinginan si anak untuk mau belajar. Jika anak memiliki keinginan kuat untuk memelajari sesuatu maka dengan otomatis ia akan belajar dengan sendirinya. Tak perlu di paksa.

Belajar Baca-Tulis; Beli Jajan, Silakan Tulis Sendiri 1
Menulis sendiri menu pesannanya.

Seperti biasa, Gaza dan adiknya Wisy meminta es krim. Keduanya memang suka es krim. Malam ini beli, bisa jadi besok pagi minta beli lagi.

Tapi justru melalui proses beli es krim itulah si sulung belajar menulis dan membaca. Suatu saat, dia ingin membeli es krim. Sejurus kemudian, kami (ayah bundanya) meminta Gaza menulis sendiri es krim jenis apa yang ia minta. Ayah bundanya juga mesti menulis menu yagn dipesan sendiri-sendiri.

Semula ia tak mau. Tapi karena ia tak akan mendapatkan es krim jika tak menuliskannya sendiri, akhirnya ia menurutinya. Yes…

Pertama kali menulis, ia hanya sekadar mencontoh tulisan di daftar menu. ‘’Special Original Chocolate’’ tulisannya. Tulisan masih morat-marit menerobos kolom daftar pesanan menu. Tapi tak apalah. Meski mbak pelayan kedai es krim harus membaca dua kali untuk memahami apa yang ingin dibeli si Gaza. Hehe…

Berikutnya, ia masih seperti itu. Lagi dan lagi…

Tapi, lama kelamaan Gaza bisa menuliskannya sendiri. Cukup melihat daftar menu sekali dan ia lancar menuliskannya. Meski tulisan masih morat-marit juga sih… tapi its OK.

Baca juga:  Membuat Jadwal Bermain Homeschooler Usia 3-5 Tahun

We think thats a good job.

Oh ya, saat memesan makanan, kami selalu memastikan mereka berdua akan menghabiskannya. Jika tidak yakin bisa habis, maka mereka bisa pesan satu makanan untuk berdua. Dan jika habis dan  ingin lagi maka bisa pesan lagi.

Belajar Baca-Tulis; Beli Jajan, Silakan Tulis Sendiri 4
Lets eat…

Hal yang sama coba kami terapkan saat ia meminta beli mainan atau mengajak main ke suatu tempat. Bisa pelabuhan, kolam renang, toko buku, dll.

Dia harus menuliskannya di  kertas dan menyerahkannya pada ayah atau bundanya. Berhasil? Maka ia akan mendapatkannya. Tapi tentu saja tak semua. Apa yang ia minta harus sesuai kemampuan kami. Artinya tak semua kami turuti. Paling sebatas boneka, kereta dorong maupun cashier toys.

Saat ini,usianya 5,5 tahun. Bagi kami, kemampuanya sudah cukup cakap saat membaca dan menulis. Meski sesekali lupa satu huruf saat menuliskan beberapa kata dalam satu kalimat.

Bagi kami, yang terpenting adalah si anak tak tertekan dalam proses pembelajaran. Ketika dia enjoy, ibarat bermain, maka semakin banyak materi pelajaran yang akan ia serap.

Salam.

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.