BERMAIN dan MEMANDIRIKAN ANAK

0

Deparenting.com – Biarkan anak-anak mencoba segala hal. Selama hal itu tak membahayakan dirinya, maka doronglah. Tak perlu berfikir apakah yang ia lakukan nanti berhasil atau tidak. Keberaniannya untuk melakukan sesuatu itu sendiri sudah merupakan modal kuat untuk mewujudkan kesuksesannya kelak.

Jika gagal, doronglah. Beri keyakinan padanya jika ia akan berhasil. Trial error adalah hal biasa menuju tangga kesuksesan.

Di satu waktu saya mampir di sebuah playground rumah makan. Kondisi hujan. Bocah laki-laki berambut gondrong berkaus klub Barcelona turun dari gazebo tempatnya makan. Ibunya mendiamkan.

BERMAIN dan MEMANDIRIKAN ANAK 1

Si Bocah yang usianya berkisar 7 tahun berlari menuju water playground. Di sana ada halang rintang, tali, ban bekas, jembatan kayu, jembatan bambu.

BERMAIN dan MEMANDIRIKAN ANAK 2

Pertama mencobanya, jelas tak mudah bagi anak seusianya. Apalagi dalam kondisi hujan, kayu dan tali menjadi lebih licin. Sekali lagi, ibunya mendiamkan. Membiarkan si anak mencari jalan untuk melewatinya sendiri.

BERMAIN dan MEMANDIRIKAN ANAK 3

Saya ingat betul, si Ibu sama sekali tak teriak khawatir atau memberi tahu harus seperti ini atau itu. Termasuk saat anaknya jatuh di kolam air karena terpeleset jembatan bambu. Byurrr…. si Ibu hanya tersenyum.

Tangan si Bocah menggapai jembatan bambu dan mencoba mengangkat tubuhnya ke atas. Terlihat kesulitan. Namun berhasil juga setelah tiga menitan berjuang. Ia melanjukan tantangan ala ninja Wariornya dan berhasil. Tak hanya sekali, ia bahkan mengulanginya dua hingga tiga kali lagi.

BERMAIN dan MEMANDIRIKAN ANAK 4

Kalau boleh bilang, keluarga mereka hebat ya Yahbun. Bukan lagi soal si Anak berhasil menyelesaikan petualangan ninja wariornya. Melainkan sikap Bundanya yang mendidik anaknya dengan membiarkan si Anak mandiri. Menyelesaikan persoalannya sendiri. Dengan model parenting seperti ini, ternyata banyak memberikan manfaat bagi anak lho Yahbun.

Baca juga:  Tips Menangani Si Bandel di Usia Toddler

1.Mendidik Anak Jadi Pemberani
Di saat anak-anak lain seusianya masih menggandeng tangan ayah bundanya untuk melakukan sesuatu, anak yang dibiasakan mandiri jadi pemberani. Ia lebih senang maju dan mencoba hal-hal yang dihadapinya sendiri.

2. Lebih Kreatif dan Solutif
Melalui permainan petualangan, anak akan berfikir bagaimana menyelesaikannya. Satu cara gagal maka ia akan mencoba cara lain. Tak mudah menyerah serta putus asa. Sikap ini sangat penting bagi kehidupannya kelak.

3. Tak Mengandalkan Orang Tua
Sudah sedemikian banyak anak-anak yang saat mendapat masalah akan mengadu pada orang tuanya. Tapi tidak dengan anak-anak yang dibiasakan mandiri, ya Yahbun. Mereka akan menunjukkan ini dadaku dan melakukannya sendiri.

4. Tak Takut Gagal
Gagal dan berhasil itu di tangan Yang Maha Kuasa. Tugas Yahbun adalah mendorong anak-anak untuk berani mencoba, titik.

Selamat mencoba ya Yahbun….

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.