Bonus Demografi dan Sikap Adaptif Orang Tua

9

Mengeluh sulit mencari pekerjaan? Keluhan saat ini belum berarti apa-apa jika dibandingkan dengan 10-15 tahun kedepan. Saat itu, mencari pekerjaan jauh lebih sulit. Bagaimana bisa?

Bonus Demografi                 dan Sikap Adaptif Orang Tua 1
Anak-anak membantu orang tuanya berjualan di Pasar Johar Semarang.

Badan Pusat Statistik memprediksi Indonesia akan mengalami bonus demografi pada rentang waktu tahun 2025-2035. Suatu kedaan dimana jumlah usia produktif jauh lebih besar dari nonproduktif-nya.

Bukan, tulisan ini bukan saya tujukan bagi kita yang usianya sudah 25, 30, atau lebih dari 35 tahun. Lantaran kita pasti sudah memiliki pekerjaan. Entah dagang, pegawai kantoran, swasta, atau PNS (Pegawai Neng Swasta) hehe… Melainkan saya tujukan bagi orang tua yang memiliki anak usai PAUD atau Sekolah Dasar (SD). Entah apapun pekerjaan anda sekarang, jika belum memiliki harta warisan tujuh turunan, sebaiknya memperhitungkan dengan matang soal bonus demografi. Sekali lagi bukan bagi kita, tapi anak-anak kita.

Jika BPS memprediksi pada 10-15 tahun kedepan jumlah penduduk usia produktif lebih besar dari nonproduktifnya maka saat itu otomatis tingkat persaingan antarpencari kerja akan ketat.

Sebelum memprediksi belasan tahun kedepan, ada baiknya kita lihat data dari survei angkatan kerja nasional (Sakernas) tahun 2017 yang Deparenting.com dapatkan dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Tengah. Sesuai data Sakernas tahun 2017, jumlah angkatan kerja di Jawa Tengah sebanyak 18,01 juta orang. Jumlah penduduk yang bekerja sebanyak 17,19 juta orang.

Bonus Demografi                 dan Sikap Adaptif Orang Tua 2

Artinya ada sekitar 820 ribu orang (4,55%) yang masuk usia angkatan kerja tapi nganggur. Pengangguran ini termasuk kategori penganguran terbuka atau sama sekali tidak memiliki pekerjaan.

Mungkin ada yang menyangsikan, karena mungkin pengangguran itu disebbakan minimnya jumlah lapangan kerja di Jawa Tengah dan bisa mencari pekerjaan di provinsi lain. Baiklah, mari kita tengok data pengangguran di empat provinsi di Jawa.

Pada tahun 2017, persentase pengangguran di DKI Jakarta 7,14%, Jawa barat 8,22%, Jawa Timur 4%, dan Yogyakarta 3,02%.

Bonus Demografi                 dan Sikap Adaptif Orang Tua 3
Sumber: LKPJ Gubernur -Wakil Gubernur Jawa Tengah 2013-2018.

Sudah mulai sadar kan, betapa sulitnya mencari pekerjaan?

Jika saat ini mereka yang kalah dalam persaingan mencari pekerjaan karena tingkat pendidikan yang relatif lebih rendah, maka berbeda dengan 10-15 tahun kedepan. Saat itu, hampir semua angkatan kerja adalah lulusan SMA-S1, atau bahkan S2. Hal ini akan terjadi seiring meningkatnya kesadaran pendidikan di masyarakat pada saat ini.

Atau di sisi lain, adanya peningkatan program pendidikan dari pemerintah. Kali ini Deparenting.com mengambil data dari Pemprov Jawa Tengah, jika Indeks Pembangunan Manusia (IMP) Jawa Tengah  70,21 pada tahun 2018. Angka itu sebenarnya masih di bawah angka IPM nasional 70,81. Angka sekolah warga Jateng juga masih rendah, 8,7 atau jika di rata-rata maka hanya sampai kelas 2 SMP/MTS saja. Selanjutnya DPRD Jawa Tengah menetapkan Perda penyelenggaraan Pendidikan yang menjamin anak usia 7-18 tahun wajib belajar di sekolah formal.

Baca juga:  Bermain dan Berkebun di Taman Pelangi Mardi Utomo Semarang

Lalu apa yang harus dilakukan oleh kita sebagai orang tua yang memiliki anak usia PAUD/SD untuk memenangkan pertarungan di 10-15 tahun kedepan nantinya? Satu jawabannya, asah skill anak-anak kita. Masing-masing anak memiliki keunikan tersendiri. Ijazah boleh sama S1 nya, bahasa Inggris boleh sama-sama cas cis cus nya, tapi skil individu yang akan membedakan dan akan menjadi penentu kemenangan saat pertarungan antarsesama pencari kerja.

Saya teringat dengan satu ungkapan Dedy Corbuzier di acara ’Hitam Putih’. “Mengapa yang diundang ke sini (Hitam Putih) bukan anak-anak yang memperoleh nilai 100 di ujian, bukan juara kelas? Karena yang seperti mereka ada banyak”.

Bonus Demografi                 dan Sikap Adaptif Orang Tua 4

Kita sebagai orang tua memang wajar merasa bangga saat anak-anak memperoleh nilai 100 atau juara kelas. Tapi ingatlah, yang seperti anak-anak kita jumlahnya banyak di daerah lain.

Kita harus mulai terbuka dengan pemikiran yang out of the box. Saat melihat Deddy mengundang Youtuber cilik dengan penghasilan miliaran rupiah, pesulap cilik yang telah memahami bagaimana cara meng entertain penontonnya, penyanyi dengan olah vokal yang yahud, itulah kelebihan yang bisa diasah dan diandalkan. They have something special.

Halooo… lalu seperti apa bentuk riilnya? Mungkin ada yang belum betul-betul paham. Baiklah. Mungkin ini hanya salah satu contoh saja.

Bonus Demografi                 dan Sikap Adaptif Orang Tua 5
Ryan Hickman
Sumber: easywunder.com

Namanya Ryan Hickman dan baru berusia 7 tahun. Jika anak-anak seuisanya masih selalu kepikiran mainan dan mainan, Ryan sudah ingin membangun bisnisnya sendiri. Apakah itu? Bisnis rongsok. Haha…. Kalau ada anak yang cita-citanya seperti ini di Indonesia, khususnya Jawa, mungkin akan ditertawakan. Oalah le…le…, ganteng-ganteng kok cita-citane dadi bakul rongsok.

Orangtua Ryan menanamkan pemahaman jika botol plastik dan kaleng bisa berbahaya bagi hewan dan lingkungan di laut. Maka, diajarkanlah untuk mengambil dan mengolah kaleng dan botol plastik bekas. Sejak usia 3,5 tahun, Ryan sudah mulai mengumpulkan botol-botol bekas itu. Harga 5 sen untuk botol plastik dan 10 sen untuk botol kaleng. Hingga usianya 7 tahun, ia sudah mengumpulkan sekitar 200 ribu botol, dan jika dinominalkan 21 ribu US Dolar (ratusan juta rupiah pastinya).

Uang sebanyak itu ingin ia belikan truk sampah. Tujuannya, bisa membangun bisnisnya sendiri dan dia adalah pemiliknya.

Luar biasa!

Saya kira tak apalah jika kita repot saat ini dalam menyiapkan skil anak-anak kita. Karena itu bagian dari investasi bagi masa depan anak. Dari pada kita nanti stres kebingungan pada 10-15 tahun kedepan. Anak tak jelas kuliah apa atau tak jelas kerja apa. Akhirnya kerja seadanya.

Salam.

9 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.