Bukan Akademik, Tapi Soal Kebersamaan

Pagi hari, mungkin pukul 05.45, seorang anak datang ke rumah. Dengan semangat menanyakan kostum yang akan dikenakan. Hari itu, akan ada kegiatan outdoor bagi anak-anak kami dan tetangga. Planting dan farming, demikian judulnya.

Lepas pukul 06.00, satu per satu anak-anak datang ke rumah. Duduk dan bercerita, hingga genap 13 anak. Ada yang balita namun ada juga yang menjelang remaja. Ada yang semangat namun ada pula yang masih lemes, mungkin ngantuk.

Masing-maisng anak kemudian mendapatkan jatah satu kertas koran untuk duduk. Sejurus kemudian mengambil satu pohon bunga (Melati Sabrina, Asoka, Akalipa dan Anggrek Tanah). Tiap anak kemudian memperoleh satu pot. Singkatnya, mereka diajak memindahkan tanaman bunga dari polybag ke pot yang terlebih dulu diajarkan secara teori.

Selesai! Selanjutnya menyiram dan membawa pulang. Dengan catatan, masing-masing mesti bertanggungjawab merawat agar tanaman tetap tumbuh subur.

aAak-anak memindahkan tanaman dari polybag ke pot.

Usai istirahat sejenak, anak-anak diajak berkunjung ke peternakan kambing dan angsa di dekat kompleks rumah. Kebetulan, Pak RT kami adalah pemiliknya. Anak-anak diajari untuk mencapur pakan untuk angsa (cacahan gedebog, sisa nasi, sayur, dan dedak). Mereka pun praktek. Selanjutnya memberikan pakan, memindahkan anakan angsa. Termausk memberikan makan kambing.

Baca juga:  Project 1 Homeschooler-Wisy: Breeding Kelinci

Kegiatan ini sebenarnya bukan semata soal berkebun dan beternak. Apalagi ada beberapa anak yang nampak tak begitu antusias sebenarnya. Tertarik berkebun tapi stright face saat di peternakan, atau sebaliknya.

Tapi yang menjadi catatan adalah mereka tetap bersama dan berusaha menikmatinya. Alasannya, adalah kawannya.

Anak-anak menyaksikan angsa yang sedang asyik makan pagi.

Mereka bermain bersama, saling bercanda. Bahkan saat menjalani kegiatan nampak saling membantu. Membukakan polybag, membersihkan sisa tanah yang berceceran, mengumpulkan sampah dan bersama-sama cuci tangan.

Usai kegiatan, mereka masih bermain bersama-sama. Membaca buku, mainan lego, bercerita, mainan mobil-mobilan dan no smartphone.

Kebersamaan ini yang hendaknya perlu ditumbuhkembangkan. Berkolaborasi dan bekerjasama. Itu kuncinya. Tak hanya soal kompetisi, yang jika tidak diwaspadai akan menumbuhkan benih ego di hati anak-anak.

Anak-anak tetaplah anak-anak. Mereka butuh bermain bersama.

Salam.

Foto-Foto:

 

Latest posts by Hanung Soekendro (see all)

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.