DeParenting – Ada cara unik yang dilakukan Sebagian masyarakat untuk mengajak masyarakat tak takut disuntik vaksin Covid 19. Hal itu dilakukan untuk terus menyosialisasikan vaksinasi.
Cara unik yang dilakukan masyarakat kali ini dilakukan di Salatiga. Dengan cara ini diharapkan masyarakat semakin paham dan sukarela menjaalni vaksin Covid 19. Sosialisasi ini mestinya wajib dilakukan semua pihak. Untuk mencegah penularan Covid 19.
Ceriftanya, di suatu daerah, sebagai Ketua RW dan tokoh seni, Degan diminta lurahnya untuk ikut menyosialisasikan pentingnya vaksin Sinovac, untuk menekan penularan Covid-19 kepada warga. Upaya Degan berhasil, banyak warga yang bersedia divaksinasi.
Namun, ternyata keberhasilan Degan menjadikannya bumerang. Setelah semua warga divaksin, tiba giliran Degan, dia justru berusaha menolak dengan berbagai alasan. Ternyata Degan takut dengan jarum suntik.
“Saya takut loh bu dokter. Seumur hidup, saya nggak pernah suntik. Saya itu kalau masuk angin, minum jamu sudah sembuh kok,” alasan Degan.
Lurah, dokter puskesmas dan istrinya, berusaha meyakinkan pria itu. Hingga akhirnya Degan, mau disuntik vaksin, meski harus dipegangi.
Cerita itu disampaikan Forum Komunikasi Media Tradisional (FK Metra) Kota Salatiga pada pertunjukan seni rakyat dan nonton bareng yang digelar secara virtual, dari ruang kali Taman Balaikota Salatiga, Jumat 26 Februari 2021.
Melalui cerita tersebut, FK Metra Trisala berusaha mengajak masyarakat Salatiga untuk tidak takut divaksin untuk mencegah penyebaran Covid-19. Apalagi, vaksin Sinovac yang digunakan, sudah dipastikan aman dan halal.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Tengah melalui Kasi Sumberdaya Kehumasan dan Komunikasi Publik Dyah Widiastuti menyampaikan, di masa pandemi, warga tidak hanya butuh informasi. Mereka juga membutuhkan hiburan agar tidak jenuh, sekaligus menekan potensi trauma. Karenanya, melalui kegiatan tersebut, diharapkan masyarakat bisa mendapatkan informasi, sekaligus menghibur.
“Penampilan pertunjukan rakyat dan balutan hiburan nonton bareng ini, meski melalui daring, dapat menjadi sarana informasi dan refreshing bagi masyarakat,” jelasnya.
Ditambahkan, gerakan Jogo Tonggo yang dicanangkan Gubernur Jawa Tengah dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro, memiliki konsep yang serupa. Selain peduli dan gotong royong di bidang kesehatan, perekonomian, sosial, tentu saja harus ada hiburan sebagai bagian dari trauma healing.
“Pertunjukan rakyat dan nonton bareng adalah bagian dari memberikan hiburan sesuai konsep Jogo Tonggo, dan menyajikan informasi kepada masyarakat,” imbuh Dyah.









Tinggalkan Balasan