DeParenting – Seorang anggota DPRD Jateng mengaku pernah kena semprot guru Bimbingan Konseling (BK) SMAN 5 Kota Semarang. Gara-gara dimarahi, sampai kini ia masih ingat dan mengaku khawatir dengan satu hal.
Anggota DPRD Jateng itu adalah Yudi Indras Wiendarto. Berasal dari Fraksi Partai Gerindra dan Duduk di Komisi E DPRD Jateng. Yudi merupakan alumni angkatan 1992 SMAN 5 Kota Semarang.
Dengan gaya kocaknya, Yudi menceritakan kejadian itu. Saat itu Yudi memang sedang memberikan sambutan pada acara Halal Bihalal dan Silaturahmi alumni SMAN 5 – PPSP Semarang dengan tema Guyub Rukun Kekancan Saklawase yang digelar di Hotel Patra Jasa Kota Semarang, Minggu (13/6).
Saat naik panggung, kostum yang ia kenakan sudah mengundang tawa peserta yang hadir. Acara itu dihadiri alumni lintas angkatan. Termasuk, guru-guru dan kepala Sekolah SMAN 5 saat ini, Siswanto serta kepala sekolah tahun 1984, Muhammad Said. Kegiatan ini dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan ketat, yang didahului dengan swab di lokasi kegiatan.
Yudi mengatakan guru BK yang ia maksudkan bernama Pak Arif. “Dulu Pernah disetrap Pak Arif,” kata Yudi pada acara yang juga dihadiri kepala SMAN 5 Semarang, Siswanto dan guru-guru sekolah setempat.
Meski kejadian itu sudah lama, namun ada kekhawatiran yang masih ia rasakan. Hal itu karena anak sulungnya juga menempuh pendidikan di sekolah yang sama. Sebelum akhirnya juga telah lulus beberapa waktu lalu.
“Saat anak saya sekolah, guru BK nya juga Pak Arif. Bukanya apa-apa, semoga Pak Arif tidak menceritakan kenakalan bapaknya saat sekolah dulu,” kata Yudi yang disambut tawa sejumlah alumni lintas angkatan yang hadir di acara tersebut.
Namun sayangnya, Yudi tak menceritakan dengan detil, apa penyebab dirinya disetrap oleh Pak arif saat itu.
Pada acara itu sendiri Yudi mengajak semua alumni SMAN 5 Kota Semarang membentuk wadah ikatan alumni. Pendidikan di masa pandemi ini sangat memberatkan sekolah dan orang tua. Maka subangsih tenaga, materi dan pemikiran para alumni sangat dibutuhkan.








Tinggalkan Balasan