DeParenting – Anggota DPR RI sekaligus Exco PSSI Yoyok Sukawi komentari kasus rasis Natalius Pigai. Yoyok menilai prinsip kompetisi sepakbola bisa menjadi solusi.
Dalam sepakbola, semua pihak mesti memegang fair play dan tidak rasis. Demikian, Exco PSSI Yoyok Sukawi komentari kasus rasis Natalius Pigai.
Exco PSSI Yoyok Sukawi komentari kasus rasis Natalius Pigai karena kasus ini membuat geger setelah Natalius Pigai mengunggahnya di akun twitter.
Natalius Pigai menyampaikan di akun twitter pribadinya pada 24 Januari 2021, @NataliusPigai2, bahwa ia menerima tindakan rasis.
— NataliusPigai (@NataliusPigai2) January 24, 2021
Menurut Yoyok Sukawi, tindakan rasis di dalam kehidupan bermasyarakat harus jauh ditinggalkan. Pasalnya rasisme merupakan sarang dari perpecahan. Ia lantas mencontohkan dengan kasus yang ada di sepak bola.
“Kasus rasisme itu sudah seharusnya ditinggalkan. Pemicu perpecahan. Dimana pun, tidak hanya di Indonesia,” tutur Yoyok Sukawi, Selasa 26 Januari 2021.
“Contoh Sepak Bola yang paling mudah. Di sepak bola itu tindakan rasis sudah lama dikampanyekan untuk hilang. Bahkan kalau ada tindakan rasis di dalam lapangan, pertandingan langsung dihentikan dan yang mengucapkan rasis langsung mendapatkan sanksi berat,” jelasnya.
Politikus Partai Demokrat ini lantas berharap kepada masyarakat Indonesia untuk tidak berpolemik yang ujung-ujungnya berakhir dengan tindakan rasis.
Apalagi di tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini, persatuan dan kesatuan bangsa yang menurut anggota Komisi X DPR RI ini harus dijunjung tinggi.
“Di situasi pandemi saat ini sudah tidak seharusnya diskusi atau berpolemik yang ujung-ujungnya rasis. Boleh ada perbedaan atau pendapat, namun ya diselesaikan dengan tindakan yang adem juga,” ujarnya.
“Kembali lagi seperti sepak bola, di Indonesia itu kalau ada suporter bola yang rasis pasti timnya yang bingung karena bisa-bisa mendapat sanksi berat dari PSSI. Jadi jangan lah ucapan atau tindakan rasis itu muncul,” tutur Yoyok Sukawi.
Sekali lagi anggota DPR RI sekaligus Exco PSSI Yoyok Sukawi komentari kasus rasis Natalius Pigai dan ia menilai prinsip kompetisi sepakbola bisa menjadi solusi.









Tinggalkan Balasan