Ingin Anak Cepat Membaca, Bermainlah Huruf Sedini Mungkin

0

Kemampuan membaca menjadi salah satu kebutuhan dasar yang harus dimiliki setiap anak.

Tak jarang, masyarakat di sekeliling Yahbun menilai anak pintar dari cas cis cus kemampuan membacanya yang lancar. ‘’Wah pintarnya…., sudah lancar membaca ya…,’’ ‘’Kecil-kecil sudah Jago baca ya,’’ dan bla…bla…. masih banyak lagi pujian lainya.

Lantaran pujian itu pula, bisa jadi ada Yahbun akan merasa gagal jika anak belum bisa baca di usia empat atau lima tahun. Maka salah satu cara yang biasanya ditempuh adalah meyekolahkan anak di PAUD atau TK.

Yahbun, tahu ndak sih berapa sebenarnya usia yang pas bagi si kecil untuk belajar membaca?

Ingin Anak Cepat Membaca, Bermainlah Huruf Sedini Mungkin 1

 

Ada banyak teori tentang ini. Sebagian mengatakan jika anak belum bisa membaca saat usia SD, maka dikatakan anak bodoh atau lambat belajar. Apalagi saat ini banyak SD yang mensyaratkan siswa barunya sudah memiliki kemmapuan membaca.

Meski aturan itu tak dicantumkan secara tertulis pada saat penerimaan siswa/siswi baru.

Ada juga yang mengatakan tak perlu terburu-buru mengajari anak membaca. Begitu minat bacanya tumbuh, maka dengan sendirinya akan belajar. Maka yang perlu ditumbuhkan lebih dulu adalah minat bacanya dan bukan memaksa untuk belajar membaca.

Nah, mari coba Yahbun lihat pendidikan membaca di beberapa negara. Di Amerika dan Inggris, pendidikan cenderung lebih disiplin dan terjadwal. Tak hanya pada pendidikan usia dini, perkualiahan di sana juga sangat disiplin soal jadwal dan materi. Para orang tua biasanya telah mengenalkan huruf, mengeja dua huruf dan membaca kata per kata.

Di Finlandia, yang menjadi negara dengan sistem pendidikan terbaik di dunia dalam satu dekade terakhir menerapkan pengenalan huruf dengan tanpa paksaan. Metode bermain menjadi pilihan utama.

Baca juga:  Ini Nih Permainan Pengenalan Huruf Pada Anak

Ingin Anak Cepat Membaca, Bermainlah Huruf Sedini Mungkin 2

 

Lalu bagaimana di Indonesia? Banyak yang bilang usia di bawah 7 tahun dilarang diajarkan membaca, menulis, dan menghitung (calistung). Jika merujuk pada sistem pendidikan sejumlah negara, ungkapan larangan calistung di bawah 7 tahun itu bisa jadi tidak tepat. Sudah semestinya Yahbun mengenalkan huruf dan angka sedini mungkin. Akan lebih baik jika diajarkan melalui permainan. Dengan catatan, jangan memaksakan hasil harus bisa.

Bisa dikenalkan saat mendongengkan buku cerita sebelum tidur, saat naik bus dan lihat huruf maka langsung dijelaskan, saat main masak-masakan atau mobil-mobilan pun juga bisa.

Dengan cara ini bisa jadi anak sudah akan hafal huruf saat usia di bawah tiga tahun dan mampu membaca di usianya yang kurang dari empat tahun.

Namun ingat pula ya Yahbun, Jangan membandingkan si kecil dengan kakaknya atau teman-teman bermainnya, yang bisa jadi belajar huruf dan angka lebih cepat.

Ibarat dua tanaman yang berasal dari bibit yang sama, ditanam di tanah yang sama, jumlah serta jenis pupuk yang sama, perawatan yang sama pun akan menghasilkan buah yang berbeda.

Begitu juga dengan putra putri kita ya Yahbun.

Terpenting, Yahbun harus sabar dengan proses pembelajaran pada anak. Usaha harus dijalani, tapi soal hasil serahkan pada Yang Diatas.

Sudah siap mengajari anak belajar huruf dan membaca Yahbun?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.