DeParenting.com – Saat ini Indonesia memiliki 4.700 perguruan tinggi. Sementara lulusan SMA dan SMK berkisar 2-3 juta per tahunnya. Namun, berdasarkan catatan dari Kemendikbud, hanya 38% lulusan SMA/SMK yang diserap oleh perguruan tinggi.
Padahal, Indonesia diprediksi bisa menjadi negara maju berperingkat kelima di tahun 2030 jika memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan tentunya ditunjang melalui pendidikan yang mumpuni.
Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Nizam mengatakan akses masyarakat Indonesia terhadap tingkat pendidikan hingga SMA baru sebesar 40%.
‘’Saat ini Indonesia memiliki 4.700 perguruan tinggi dengan lulusan SMA dan SMK rata-rata sekitar 2-3 juta setiap tahunnya, namun yang diserap oleh perguruan tinggi baru sekitar 38% dari rata-rata tadi. Ini yang memang harus diakselerasi dengan pemberian beasiswa KIP Kuliah untuk memberi akses belajar ke perguruan tinggi,” ucap Nizam seperti dilansir dari laman kemendikbud, Minggu (15/11).
Menurutnya, menyiapkan SDM yang berkualitas dan berdaya saing merupakan tugas utama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Namun di tengah masa pandemi ini Kemendikbud harus beradaptasi dengan cepat terutama untuk memulihkan kondisi pandemi sekaligus memastikan pembelajaran tetap berjalan.
Dalam upaya menangani pandemi, Kemendikbud telah mengeluarkan surat edaran untuk melakukan pembelajaran dari rumah bagi sekolah dan kampus yang diiringi pula dengan berbagai relaksasi.
“Memastikan kondisi para pelajar sehat dan selamat dan melakukan berbagai relaksasi, dengan langkah pertama adalah penggunaan dana BOS untuk berbagai kebutuhan sesuai dengan yang dibutuhkan di sekolah-sekolah,” katanya.
Langkah kedua adalah melakukan realokasi anggaran dengan menyediakan akses internet secara gratis dan kuota internet kepada lebih dari 35 juta mahasiswa, siswa, dan dosen yang sebelumnya menjadi tugas besar bagi berlangsungnya pembelajaran. Kemudian dibuat program Belajar dari Rumah di TVRI, penyediaan materi cetak pembelajaran yang siap diajarkan di lapangan.
Lebih lanjut Nizam menjelaskan Kemendikbud juga memberikan dukungan kepada mahasiswa dengan menyalurkan bantuan beasiswa senilai Rp 1 triliun untuk 400.000 mahasiswa yang terdampak pandemi dari segi ekonomi. beasiswa mahasiswa ini di luar dari beasiswa yang telah berjalan sebelumnya seperti KIP Kuliah dan Bidikmisi. Sementara itu, untuk program bantuan sebelumnya yaitu Program Indonesia Pintar (PIP) disalurkan bantuan kepada 18,1 juta siswa dan KIP Kuliah sebanyak 200.000 mahasiswa.
“Bantuan peralatan teknologi juga diberikan ke 23.077 sekolah yang berada di daerah pelosok dalam bentuk 114.730 unit laptop atau notebook serta tunjangan kepada 245.258 guru yang belum mendapat tunjangan sertifikasi guru, baik itu tunjangan profesi maupun tunjangan khusus,” jelas Nizam.
Selain itu, dilakukan pula transformasi guru dan tenaga kependidikan melalui program Pendidikan Guru Penggerak, Pendidikan Profesi Guru, dan penguatan pemanfaatan teknologi oleh para guru di lapangan. Kemudian diperkuat lagi dengan Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) dan Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) untuk mengakselerasi kewirausahaan.









Tinggalkan Balasan