Project 1 Homeschooler-Wisy: Breeding Kelinci

Wisy is a homeschooler. Dia suka ikan, kelinci, burung, hamster, sapi, kambing, zoo…, dan hampir semua hewan. He proud to be a farmer, kira-kira begitu untuk menggambarkan betapa sukanya dia pada animal.

Kini, di usianya 3,5 tahun, ia memiliki project untuk mem-breeding kelinci. Ini project pertamanya. Ia belajar memberikan pakan (pelet, hay-rumput kering oven, suket odot, jamu herbal), membersihkan kandang, memotong kuku, membedakan mana betina-jantan, mengawinkan. Baru sampai situ. Kelincinya Wisy belum pernah beranak, tapi dia begitu menggadang-gadang memilki little rabbit. Ia berani  mengendong baby rabbit katanya suatu ketika.

Pada prosesnya, butuh waktu untuk memulai project pertamanya. Sejak kecil, saking sukanya dia pada hewan, setiap kali melihat maka ia ingin memelihara. Pernah ia minta sapi, kambing, kucing, anjing, ikan, hamster, kelinci, catfish, and… a mouse. What….!

Ia meminta untuk memelihara hewan mungkin sekitar setahunan lalu. Saat itu usianya kurang dari tiga tahun. Kakak perempuannya juga minta hewan peliharaan. Karena keterbatasan tempat, akhirnya kami berikan beberapa opsi; ikan (akuarium), kelinci, burung.

Kami ceritakan, jika memelihara hewan mesti mau memberi makan. “Ok,” kata mereka. Mau memberi minum, juga OK. Tapi saat harusmau membersihkan pup dan pee, mereka menjawab “Ayah,”. Rupanya mereka belum mau. Tapi seiring waktu, Wisy tetap meminta hewan peliharaan dan mau membersihkan pup and pee. Singkatnya, kamimengarahkan memelihara rabbit. Karena burung, susah untuk dipegang-pegang. Syaraf motorik anak seusianya belum bisa mengontrol seberapa kuat daya cengkeram jemarinya. Takutnya burung akan mati diremas kuat. Sementara ikan, hampir sama.

Baca juga:  Bonus Demografi dan Sikap Adaptif Orang Tua
Wisy bermain dengan kelincinya di kandang umbaran.

Setengah tahun lalu, keduanya kami ajak ke peternak kelinci dan memilih sendiri kelincinya. Tapi jenisnya, kami minta yang rex. Bulu halus dan tak mudah mbrodol. Ada dua betina (flopsy dan mopsy) dan satu jantan (broken). Broken mati setelah sebulan di kandang, dan digantikan jantan berikutnya (Otter). Nama Flopsy dan mopsy dari tokoh film Peter Rabbit, sementara Broken dan Otter sesuai warnanya. Ternyata nama-nama warna kelinci itu banyak juga.

Apakah sekarang sudah punya baby rabbit? Belum. Meski sudah berbulan-bulan rabbit ada di rumah.

Ternyata mengawinkan kelinci itu gampang-gampang susah. Karena si Flopsy terlalu gemuk, maka proses mengawinkannya agak susah. Maka dia harus diet. Pakan pelet dikurangi dan diperbanyak hay dan suket odot. Sementar si Mopsy cenderung galak, so… agak susah juga.

Tak perlu terburu-buru wisy, nikmati saja prosesnya….

Semoga si betina lekas punya baby rabbit yak…

Salam deparenting.com

Foto-foto Wisy’s Rabbit Farm:

Menggendong Mopsy.
Wisy bermain dengan kelincinya di kandang umbaran.
Latest posts by Hanung Soekendro (see all)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.