Saat Orang Tua Sebut 9, Anak Melihat Angka 6

0

Saat Orang Tua Sebut 9, Anak Melihat Angka 6 1

Dua kali Mbak Gaza mengikuti lomba robotik untuk usia TK. Dua kali pula kami, orang tuanya, dihadapkan pada tantangan baru. Sudut pandang cara belajar kami ternyata sama sekali tak digunakannya. Dia lebih memilih caranya sendiri.

Ibaratnya seperti ini, kami menyodorkan kertas bertuliskan angka sembilan. Pada saat yang sama, dari sisi yang berbeda, ia melihatnya sebagai angka enam. Jelas tak salah. Hanya saja kami harus beradaptasi.

Kali pertama kami mengetahuinya saat lomba robotik awal April lalu. Diberi waktu 10 menit untuk menyusun lego hingga berbentuk kapal berbendera, ia sama sekali tak memperhatikan lembaran step-step panduan untuk menyusun lego yang ada di depannya. Ia hanya melihat sampul paling depan yang bergambar kapal berbendera. Sejurus kemudian mengambil box lego dan menyusunnya.

Sudah hampir setengah jadi, pengawas lomba yang ada di sampingnya mendekatinya. Memberitahu jika ada step-step pembuatannya di dalam lembaran buku itu. Akhirnya dibukalah buku panduan itu oleh pengawas lomba. Nah, mulai saat itulah Mbak Gaza nampak bingung. Ia merombak kembali kapal yang telah setengah jadi.

Hal yang sama terjadi di lomba robotik kedua, minggu lalu. Tak melihat panduan dan langsung menyusun.

Akhirnya memang jadi sesuai instruksi. But she need more time to finish it. Ia juga terlihat kebingungan dengan step-step itu. Padahal anak-anak lain membolak bali buku sebagai panduan dan memang langsung jadi.

Saat Orang Tua Sebut 9, Anak Melihat Angka 6 2

Kami melihat ada yang berbeda pada cara pandangnya ketika mengerjakan sesuatu. Sama seperti angka sembilan dan enam tadi.

Setelah diskusi sambil makan dengan bundanya Gaza, kesimpulan sementara si anak ini lebih suka menghafal. Kedua, ia kurang telaten dalam mengerjakan sesuatu, apalagi dengan step-step yang panjang. Ia lebih berfokus pada kecepatan penyelesaian.

Apakah si anak salah? Jelas tidak. Kami, orang tuanya lah yang harus beradaptasi.

#Itu┬áhipotesa sementara orang tuanya. Jika ada putra putri om dan tante yang serupa atau punya pengalaman senada, bisa share bareng-bareng di sini….

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.