DeParenting.com – Bagi sebagian orang yang memiliki karakter ekstrovert, masa isolasi untuk mencegah penyebaran Covid 19 bisa saja menyiksa dan membosankan. Mereka cenderung lebih suka bersosialisasi aktif ketimbang berdiam diri di rumah. Maka perlu solusi untuk mengatasi depresi yang dirasakan.
“Dampak psikis isolasi atau karantina wilayah bisa sangat besar. Para ahli mengatakan, hal ini bisa memicu berbagai masalah kesehatan mental mulai dari kecemasan dan kemarahan hingga gangguan tidur, depresi dan post traumatic stress disorder,” kata Dokter spesialis kedokteran jiwa RSUP Dr Kariadi Semarang, dr Soesmeyka Savitri SpKJ.
Menurut dia, karantina atau isolasi sosial yang berkepanjangan tanpa metode kompensasi, akan memperburuk kecemasan, depresi, dan rasa tidak berdaya. Karenanya, perlu sejumlah upaya yang harus dilakukan untuk mengatasi beberapa penyebab kesehatan mental ini.
“Adanya isolasi untuk tidak keluar rumah, bisa jadi malah menjadikan kesehatan mental lebih buruk. Walaupun hal ini merupakan usaha memutus penyebaran virus, namun perlu ada kejelasan waktu mulai kapan dan sampai kapan,” ujarnya.
Dokter yang juga Ketua Kelompok Staf Medis (KSM) Psikiatri RSUP Dr Kariadi ini menyebutkan beberapa tips yang perlu dilakukan masyarakat agar bisa terlepas dari gangguan kesehatan mental.
1. Akses Informasi Sehat
Membiasakan diri dalam mengakses informasi secara sehat. Belakangan, informasi atau berita seputar Covid 19 muncul di mana-mana, mulai dari media mainstream hingga media sosial.
Dengan demikian, cara tepat untuk menanggulanginya dengan menerima informasi lain dan diimbangi dengan aktivitas santai seperti telepon video bersama teman atau saudara.
“Kemudian berusaha untuk mengatur perspektif. Berpikir secara objektif berdasarkan fakta-fakta yang disajikan. Berpikirlah bahwa jika kita sudah melakukan cara pencegahan,” imbuhnya.
2. Tetap Melakukan Rutinitas
Hal tidak kalah penting mengatur waktu dengan tetap bersibuk diri seperti bekerja sehari-hari walau dari rumah, memanfaatkan waktu berkumpul dengan keluarga secara positif, bersenda gurau serta bertukar pikiran.
3. Ketahui Penyebab Rasa Panik
“Yang terakhir, luangkan waktu untuk mencari asal muasal dari rasa cemas atau panik yang mendera. Jika memang dianggap genting, bisa meminta bantuan dari tenaga profesional seperti psikiater,” jelasnya.









Tinggalkan Balasan