Terkadang Seperti Itulah Jalannya Rezeki

0
Terkadang Seperti Itulah Jalanya Rezeki
Terkadang Seperti Itulah Jalanya Rezeki

Si A memberi sedikit rupiah pada bapak penjual koran eceran di pinggir jalan.

—> Rupanya istri si penjual koran sedang sakit. Sedikit uang tadi digunakan untuk membeli obat di apotek. Istrinya sembuh.

—> Setelah sembuh, istri si bapak penjual koran bisa bekerja kembali. Ia adalah pramuniaga di salah satu toko kain. Saat ia sakit, toko tutup karena tak ada yang menjaga. Di hari pertamanya bekerja setelah sakit ada banyak pesanan yang datang.

—> Si pemilik toko kain untung banyak.

—> Tetangga si pemilik toko kain berprofesi guru honorer. Gajinya belum cair. Ia memberanikan diri untuk hutang pada si pemilik toko. Uang hutangan sudah di tangan. Sebagian ia belanjakan makanan dan sebagian lainya untuk beli bensin motor menuju sekolahan.

—> Sampai di sekolah, si guru honorer mengajar. Seperti biasa, ia mengajarkan matematika dengan sabar dan mudah dipahami. Sehingga menjadi guru idola bagi siswa siswinya.

Baca juga:  Jangan Memaksa Ulat Melompat

—> Salah satu siswanya adalah anak si A. Saat ujian, anak si A memperoleh nilai yang memuaskan.

—> Anak si A, memberitahu soal nilainya. Si A Senang bukan kepalang.

Terkadang begitulah jalannya rezeki. Berputar dan kembali pada diri dan keluarganya. Memang tak selalu berwujud materi, kadang berupa anak-anak yang pintar dan meningkatkan derajad orang tuanya.

Salam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.