DeParenting.com
  • Login
  • News
  • Artikel
  • Tips
  • Gaya Hidup
  • Homeschooling
  • Ruang Keluarga
No Result
View All Result
  • News
  • Artikel
  • Tips
  • Gaya Hidup
  • Homeschooling
  • Ruang Keluarga
No Result
View All Result
DeParenting.com
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Terus Konsumsi Makanan Enak, Awas Penyakit Mengintai!

Deparenting by Deparenting
19 Mei 2021
in Lifestyle
3 0
0
Ilustrasi makanan. (DeParenting/Pixabay)

Ilustrasi makanan. (DeParenting/Pixabay)

4
SHARES
90
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

DeParenting – Apa pertimbanganmu ketika memilih makanan? Sebagian besar orang bisa jadi akan menjawab jika enak atau tidak enaknya makananlah yang menjadi pertimbangannya.

Rasa memang masih menjadi pertimbangan utama menentukan makanan. Namun, terkadang masyarakat lupa memperhatikan sehat tidaknya makanan, baik dilihat dari aspek pengajian, pengolahan, hingga komposisi yang berimbang.

RekomendasiBaca

Hal-Hal yang Mesti Diperhatikan Saat Pasang Kawat Gigi

Di Keluargamu Ada yang Mau Berhenti Merokok, Ternyata Mereka Butuh Dukungan Lho

Perut Bermasalah? Begini Cara Sesuaikan Pola Makan Usai Puasa

“Padahal, kualitas makanan yang dikonsumsi akan menentukan kualitas hidup seseorang. Pola makanan sehat akan menurunkan risiko kanker,” kata Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Jawa Tengah Atikoh Ganjar Pranowo, pada Webinar Kanker pada Perempuan, Antara Mitos dan Fakta, yang diselenggarakan DWP Dinas Kesehatan Jawa Tengah.

Diakui, kanker menjadi penyakit yang mengancam, khususnya pada perempuan. Berdasarkan data Globocan pada 2018, dua besar kanker terbanyak pada perempuan semua kelompok umur adalah kanker payudara dan serviks. Masih tingginya kasus kanker tak lepas dari terbatasnya akses informasi yang akurat tentang kanker, termasuk pencegahan kanker, dan minimnya kesadaran untuk melakukan deteksi dini kanker.

Atikoh menambahkan, manajemen diet dengan pengaturan pola makan sehat, ditambah perubahan gaya hidup, dapat mencegah risiko kanker pada perempuan. Dia pun membagikan tips bagaimana menurunkan risiko kanker melalui pola makan yang sehat.

Pertama, hindari makanan pemicu senyawa karsinogenik, dengan pengolahan makanan yang tepat dan menghindari zat aditif makanan. Jangan memasak makanan pada suhu tinggi dalam waktu lama, atau menggunakan minyak jelantah.

Perhatikan bahan makanan tambahan yang digunakan, hindari pemanis buatan seperti siklamat dan sakarin, jauhi makanan yang mengandung bahan pengawet, misalnya formaldehid, boraks, sodium nitrit, sodium benzoat, serta pewarna nonmakanan rodhamin B dan methanil yelow.

“Kalau beli minuman atau makanan dalam kemasan, perhatikan komposisinya. Hindari makanan dengan zar aditif. Kurangi pula daging olahan dan makanan siap saji,” tegasnya.

Baca juga:  Waspada Demam Berdarah, Telur Nyamuk Bisa Bertahan Enam Bulan

Konsumsi gula dan lemak, menurut dia yang juga Ketua TP PKK Jawa Tengah ini, mesti dibatasi. Sebab, sel-sel lemak akan melepaskan protein inflamasi yang dapat merusak DNA sehingga memicu pertumbuhan sel kanker. Perbanyak konsumsi makanan yang berpotensi mengandung antikarsinogen, seperti sayuran dan buah. Makanan itu mengsndung vitamin E, C, E, selenium, asam folat, niasin atau vitamin B3, vitsmin D, seng (Zn), polifenol dan flavonoid. Jangan lupa perbanyak konsumsi air putih.

“Hati-hati makan makanan yang dibakar langsung di atas arang, sebab berisiko mengandung zat karsinogenik. Memang enak, tapi kembali lagi, pilihannya mau memanjakan lidah atau menginvestasikan kesehatan,” sorotnya.

Tak kalah pentingnya, Atikoh mengingatkan perempuan untuk tidak malas bergerak, mengingat risiko kanker dapat meningkat jika tubuh kurang aktif bergerak. Lakukan olahraga yang mudah, yakni jalan, dengan intensitas minimal 30 menit dengan rutin.

“Olahraga harusnya jadi kebutuhan. Awalnya mungkin pegal-pegal, tapi lama kelamaan akan muncul hormon kebahagiaan. Olahraga bukan untuk didiskusikan, tapi untuk dilakukan,” tegas ibu satu anak ini.

Dalam kesempatan itu, Ketua Dharma Wanita Persatuan Provinsi Jawa Tengah Tutik Herru Setiadhie, juga mengajak perempuan untuk menyadari bahaya kanker, melakukan pola hidup sehat, agar risiko kanker berkurang. Kenali gejalanya, dan segera memeriksakan diri ke dokter untuk penanganan lebih dini.

Dia menceritakan pengalamannya saat melawan kanker kelenjar getah bening yang dialami 15 tahun lalu. Awalnya, Tutik mengabaikan rasa sakit pada perut, bahkan hingga kejang perut, BAB tanpa padatan, sakit pada ulu hati, hingga sulit bernafas. Dia baru tahu terkena kanker setelah menjalani pemeriksaan di Jakarta. Kemoterapi dijalani selama delapan tahun.

“Satu setengah tahun saya merasakan sakit luar biasa. Tapi saya akan memberikan tips bagi yang sudah kemoterapi, lakukan self healing dengan menyemangati diri sendiri, saya sehat, saya kuat,  saya diberi umur panjang yang barokah. Dan satu hal yang memberi kekuatan saya hingga sekarang, dengan merukyah diri sendiri dan bersedekah,” tandasnya.

Tags: gejala penyakitmakanan sehatmemilih makanan
Previous Post

Apa Itu Catcalling, Ternyata Dampaknya Mengerikan Bagi Anak Perempuan

Next Post

Generasi Z dan Milenial Membengkak, Jateng Didominasi Usia Produktif 

Deparenting

Deparenting

Related Posts

Buah menjadi salah satu pilihan takjil buka puasa. (DeParenting/Pixabay)
Lifestyle

Tak Semua Takjil Menyehatkan, Ini Menu Takjil Sehat Menurut Ahli Gizi

27 April 2021
Anak belajar menulis. (DeParenting/Pixabay)
Lifestyle

Apa Itu Disleksia dan Bagaimana Peran Orang Tua Menghadapinya?

16 April 2021
Awas gigitan nyamuk. (DeParenting/Pixabay)
Ruang Keluarga

Tahukah Kamu, Mengapa Bekas Gigitan Nyamuk Terasa Gatal?

13 April 2021
Ilustrasi kondisi pingsan. (DeParenting/Pixabay)
Ruang Keluarga

Apakah Penderita Epilepsi Boleh Menikah? Ini Penjelasan Dokter Spesialis RS UGM

13 April 2021
Ilustrasi gejala baru Covid Tongue yang terlihat di lidah. (DeParenting/Pixabay)
News

Bentuk dan Warna Lidah Berubah, Gejala Baru Covid Tongue! Ini Penjelasan Dokter RSA UGM

1 Februari 2021
Next Post
Diskusi kepemudaan. (Deparenting/Istimewa)

Generasi Z dan Milenial Membengkak, Jateng Didominasi Usia Produktif 

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Deparenting
    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.
  • Kata Pengantar
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

© 2021 DeParenting - Berbagi cerita parenting dan home schooling.

No Result
View All Result
  • News
  • Artikel
  • Tips
  • Gaya Hidup
  • Homeschooling
  • Ruang Keluarga

© 2021 DeParenting - Berbagi cerita parenting dan home schooling.

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist