Tipe-Tipe Parenting, Cocok Yang Mana?

0

Deparenting.com – Saat emak-emak RT bertemu, sibuk ngomongin soal anak. Tak peduli ketika belanja sayur, beli sarapan, nungguin anak main odong-odong atau pas jemput anak pulang sekolah. Apalagi saat kumpulan emak-emak PKK, tema mendidik anak selalu terselip dalam pembicaraannya.

Perihal anak yang sulit makan, kalau dikasih tahu malah ngambek, belajar huruf, atau soal acara anak-anak di TV. Pokoknya soal dunia parenting.

Ada emak yang keras pada anak-anaknya. Pokoknya semua aturan harus ditaati. Sekali orang tua bicara tidak, maka si anak harus nurut. Ada juga emak yang woles-woles aja. Makan si anak dikit, nyantai saja. Anak nangis minta mainan, biarin saja. Prinsip emak-emak yang pokoknya terserah anak juga ada, hingga apapun permintaanya dituruti.

Nah, yahbun ngulik sedikit soal parenting yuk. Kalau ngutip EB Surbakti dalam bukunya Parenting Anak-Anak nih, parenting dapat digambarkan sebagai rangkaian tindakan, perbuatan, dan interaksi orang tua untuk mendorong tumbuh kembang anak. Nah, tumbuh kembang anak ini disesuaikan dengan pola asuh yang baik dan benar.

Tipe-Tipe Parenting, Cocok Yang Mana? 1

Hal yang harus diingat, parenting bukanlah tindakan atau kegiatan dari satu pihak sehingga berjalan satu arah saja. Semisal dari orang tua pada anak semata. Tapi merupakan proses interaksi yang intensif antara anak dan orang tua dalam proses mengasuh, mendidik, mengayomi, melindungi, dan membesarkan.

Kalau menurut Diana Baumrind, salah satu pakar parenting, ada beberapa tipikal pola asuh pada anak lho yahbun.

1. Authoritarian (Otoriter)

Pola parenting authoritarian menekankan pada sikap mutlak, absolut atau otoriter. Artinya, Yahbun sebagai orang tua menganut paham kepatuhan mutlak dari anak-anak. Dalam sistem parenting ini, peran yahbun sebagai orang tua sangat penting dan sentral karena Yahbunlah yang membimbing, mengajar, atau mengarahkan anak-anak secara mutlak.

Baca juga:  Jangan Tekankan Kompetisi, Ajari Anak Kolaborasi

2. Indulgent (Serba boleh)

Pola parenting ini menekankan pada kesabaran dan keramahan. Dalam sistem ini, Yahbun sebagai orang tua membiarkan atau mengizinkan anak-anak melakukan apa saja yang mereka inginkan. Dengan kata lain pengasuhan dilakukan dengan serba boleh.

3. Authoritative (Tanpa Paksaan)

Pola parenting ini sifatnya memerintah namun tanpa paksaan. Yahbun sebagai orang tua melakukan pengawasan dengan tegas dan keras terhadap perilaku anak namun tetap menghormati kebebasan anak. Sebagai orang tua, menetapkan patokan peraturan pada anak sehingga mereka memiliki panduan dalam menjalankan aktivitas kesehariannya. Ada yang menyebut pola parenting ini demokratis.

4. Neglectful (Sembrono)

Pola parenting ini tak meiliki patron atau aturan yang jelas. Yahbun sebagai orang tua malah mengabaikan kebutuhan anak-anak dalam pola pengasuhan. Sebaliknya, orang tua malah memperhatikan hal-hal yang bukan menjadi kebutuhan utama.

Bisa jadi ada model-model parenting lainya. Beda latar belakang keluarga, biasanya memiliki paham yang berbeda soal pola asuh. Salah satunya dipengaruhi oleh kearifan lokal (local wisdom) dan cara pandang dari masing-masing keluarga.

Kalau Yahbun, cocok yang mana?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.