DeParenting.com
  • Login
  • News
  • Artikel
  • Tips
  • Gaya Hidup
  • Homeschooling
  • Ruang Keluarga
No Result
View All Result
  • News
  • Artikel
  • Tips
  • Gaya Hidup
  • Homeschooling
  • Ruang Keluarga
No Result
View All Result
DeParenting.com
No Result
View All Result
Home Article

TPA, Perjuangan MTA Mendidik Anak Bangsa

TPA MTA memiliki 5.559 santri dan 1.523 ustadz/ustadzah yang tersebar di 329 cabang MTA di Indonesia.

Hanung Soekendro by Hanung Soekendro
29 Juni 2020
in Article
72 0
2
Al Ustadz Ahmad Sukina. Foto: mta-fm

Al Ustadz Ahmad Sukina. Foto: mta-fm

63
SHARES
744
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

DeParenting.com – Anak-anak ibarat pisau bermata dua. Pendidikan yang tepat akan mengantarkanya menjadi baik. Demikianhalnya sebaliknya. Karena anak-anak saat ini akan menjadi pemimpin di masa mendatang.

Tanggungjawab besar ada di pundak orang tua dan lingkungan untuk memberikan pendidikan yang tepat.

RekomendasiBaca

Hasil Riset: Skil Teknologi Bagus Akan Miliki Pekerjaan Ideal

WOW! Ini Jumlah Pemuda di Jateng, Terus Nambah Tiap Tahun

Jalan Kaki Rembang-Semarang 5 Hari, Lapor Pencemaran Lingkungan ke Ganjar Pranowo

Tapi sayang, di era milenial ini, banyak orang tua yang lalai. Bukannya tidak perhatian pada anak, malah sebaliknya. Orang tua memberikan pakaian yang bagus pada anak, makanan bergizi, mainan yang menyenangkan, menyekolahkan dengan biaya tinggi hingga sarjana bahkan lebih. Namun, jika anak-anak tak dibekali dengan akidah ilmu agama yang baik dan benar maka tak akan pernah menjadi manusia yang baik.

Bagaimana bisa?

Pimpinan Majlis Tafsir Al Quran (MTA) Pusat, Al Ustadz Drs Ahmad Sukina mengatakan jika manusia bisa menjadi baik tanpa agama maka sia-sia lah Allah mengutus Rosulullah SAW. Tak hanya itu, sia-sia pula Allah menurunkan Al Quran. Menurutnya, fungsi Al Quran adalah mengeluarkan manusia dari (kegelapan) akidah yang tidak baik dan Rosulullah telah memberikan teladan bagaimana mengamalkannya.

Ia menukilkan hadist yang bermakna ‘’Barangsiapa yang Allah kehendaki baginya kebaikan maka Dia akan memahamkan baginya agama (Islam)’’.

Tanpa ilmu agama (Al Quran dan Hadist) maka manusia tak akan tahu asal usulnya, apa yang akan dilakukan di dunia, dan apa tujuannya kelak. Isinya hanya senang-senang untuk mengikuti hawa nafsu dan tak ingat mati. Jika tak ingat mati maka tak pernah mempersiapkan bekal amal untuk kematiannya kelak.

Sukina mengatakan, mumpung masih usia anak-anak maka harus ditanamkan akidah yang kuat dan diberikan ilmu agama. Sehingga menjadi apapun kelak, maka tetap menjadi manusia yang baik.

“Islam merupakan kenikmatan yang tak pernah kita minta. Sejak lahir sudah diberikan. Semua bayi dilahirkan dalam keadaan fitrah, ini menjadi modal kesiapan beragama Islam. Kalau tak disyukuri, nikmat Islam bisa hilang. Terutama para orang tua,” ujar Sukina dalam acara Upgarding TPA MTA Nasional 2020 yang digelar secara daring, Sabtu (27/6/2020).

Baca juga:  Orang Tua, Berdamailah Dengan Masa Lalumu

Selanjutnya, orang tua lah yang menjadi aktor utama yang mencetak masa depan anak. “Setiap anak dilahirkan dalam fitrah. Kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi.” (HR Bukhari)

TPA, Perjuangan MTA Mendidik Anak Bangsa 1
Kegiatan anak-anak TPA MTA di Semarang.

TPA Majlis Tafsir Al Quran

Jika saat ini MTA memiliki 5.559 santri, bukanlah diperoleh dengan mudah. Butuh perjuangan dan memerlukan proses panjang. Santri merupakan amanah yang harus di didik dengan serius. Ada 1.523 ustadz/ustadzah yang aktif mengajar dan yang tersebar di 329 cabang MTA di Indonesia.

Mereka mengajar secara lillah, hanya mengharapkan ridha dari Allah SWT. Untuk meningkatkan mutu pendidikan TPA, MTA membuat buku panduan mengajar, materi pelajaran dan sistem pembelajarannya. Titik tekannya adalah, mengajar agama pada anak-anak secara menyenangkan dan sesuai dengan usia dan akal anak-anak. Anak-anak jangan dianggap remeh, justru masa kanak-kanak inilah mesti ditanamkan akidah agar lebih mantab.

Untuk memaksimalkan pendidikan TPA, Sukina sekali lagi menekankan peran serta aktif orang tua. Tujuannya mendorong anak-anak nya untuk mengikuti TPA.

“Jagalah anak setelah dilahirkan. Harus di jaga, jangan dibiarkan berkembang menurut kemauannya sendiri. Orang tua harus bertanggungjawab. (TPA) ini dalam rangka menjaga nikmat (Islam) yang diberikan Allah. Kalau sudah hilang, susah mendapatkannya. Jika demikian, jangan harapkan anak jadi baik,’’ tandasnya.

Pada para ustadz dan ustadzah pengajar TPA MTA, Sukina memberikan apresiasi. Selanjutnya mendorong agar terus bersungguh-sungguh dalam mengajar. Setiap manusia yang memiliki ilmu wajib mengamalkannya. Jika tidak, maka ibarat lebah tak bermadu atau pohon yang tak berbuah.

“Saya ucapkan terima kasih pada guru-guru TPA. Mengurus walau bukan anaknya sendiri. Tak ada gaji. Semua berjuang li ilai kalimatillah (menegakkan kalimat Allah) dan inna sholati wanusuki wamahyaya wamamati lillahi rabbil alamin (Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam). Itu yang paling ampuh,’’ katanya menyemangati ribuan guru TPA yang mengikuti upgrading secara daring itu.

Tags: Ahmad SukinaheadlineMTATPA MTA
Previous Post

Olahraga di Masa New Normal, Begini Saran Dokter

Next Post

Siswa Belajar di Rumah, 70% Konflik dan 30% Bosan

Hanung Soekendro

Hanung Soekendro

Related Posts

Hoax! Beredar Ajakan Wakaf Palsu Catut Nama MTA. (DeParenting/instagram @majlistafsiralquran)
News

Hoax! Beredar Ajakan Wakaf Palsu Catut Nama MTA

15 Juni 2021
Hal-Hal yang Mesti Diperhatikan Saat Pasang Kawat Gigi. (DeParenting/Pixabay)
Lifestyle

Hal-Hal yang Mesti Diperhatikan Saat Pasang Kawat Gigi

14 Juni 2021
Ilustrasi seleksi CPNS. Foto: jatengprov.go.id
News

Ini Formasi Calon ASN Jateng 2021, Cek Syarat dan Tahapannya

2 Juni 2021
Ilustrasi. (DeParenting/Pixabay)
Ruang Keluarga

Apa Itu Catcalling, Ternyata Dampaknya Mengerikan Bagi Anak Perempuan

17 Mei 2021
Ilustrasi hilang kemampuan penciuman karena Covid 19. (DeParenting/Pixabay)
Ruang Keluarga

Hilang Kemampuan Penciuman Karena Covid 19, Sementara Atau Permanen?

3 Mei 2021
Ilustrasi anak-anak mendengarkan musik. (DeParenting/Pixabay)
Lifestyle

Bolehkah Anak-anak Mendengar Lagu Dewasa? Berikut Penjelasan Psikolog UNS

21 April 2021
Next Post
Ilustrasi. Foto: Pixabay.

Siswa Belajar di Rumah, 70% Konflik dan 30% Bosan

Comments 2

  1. Emang says:
    3 tahun ago

    Walaupun ustadz sukina baru saja meninggal MTA harus tetap semangat dan menjadi pilar bangsa!

    Balas
    • Deparenting says:
      3 tahun ago

      betul. Harus melanjutkan semangat beliau.

      Balas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Deparenting
    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.
  • Kata Pengantar
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

© 2021 DeParenting - Berbagi cerita parenting dan home schooling.

No Result
View All Result
  • News
  • Artikel
  • Tips
  • Gaya Hidup
  • Homeschooling
  • Ruang Keluarga

© 2021 DeParenting - Berbagi cerita parenting dan home schooling.

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist