Yuk Berwisata Manasik, Ada Lokasi Mirip di Tanah Suci

0
Yuk Berwisata Manasik, Ada Lokasi Mirip di Tanah Suci 1

Pintu gerbang lokasi manasik haji Firdaus Fatimah Zahra.

Pada tahun 2019, Indonesia memperoleh kuota jamaah haji dari Pemerintah Arab Saudi sebanyak 231 ribu jamaah. Namun jumlah itu pun jauh dari cukup sebenarnya. Lantaran masa tunggu jamaah haji masih begitu lama. Bisa mencapai puluhan atau belasan tahun.

Keinginan masyarakat untuk datang ke tanah suci memang luar biasa. Four Thumbs up lah…

Tak hanya dilihat dari keberangkatan ibadah haji saja sebenarnya, jumlah jamaah ibadah umrah dari Indonesia juga lebih luar biasa lagi. Setiap tahunnya hampir 1,5 juta orang beribadah umrah.

Tapi ibadah haji dan umrah bukanlah ibadah biasa. Tak boleh asal asalan atau sekadar foto-foto selfie saja di tanah suci. Melainkan ada tata cara yang harus dimengerti. Termasuk apa maknanya.

***

Bagi calon jamaah haji atau masyarakat yang ingin beribadah umrah mungkin masih membayangkan bagaimana kondisi di tanah suci nantinya. Di mana letaknya, wujudnya, dan yang paling diantisipasi biasanya adalah suhu udara yang terkadang ektrem karena berbeda jauh dengan di Indonesia.

Apalagi yang tempat tinggalnya di wilayah adem, seperti Tawangmangu, Dieng… brrr… beda jauh.

Yuk Berwisata Manasik, Ada Lokasi Mirip di Tanah Suci 2
Replika Hijr Ismail

Jika ingin mengetahui seperti apa lokasi haji di tanah suci, masyarakat bisa saja mampir di Gunung Pati Kota Semarang. Yakni di lokasi manasik haji Firdaus Fatimah Zahra.

Berdiri dilahan seluas 4,3 hektare, lokasi manasik haji ini dibuat sebagaimana aslinya di tanah suci. Replika bangunan ka’bahnya, replika Arafah, Mina, Muzdalifah, replika Masjidil Haram, Museum Al Haramain, hingga lokasi bandara kedatangan pun dibuat hampir sama. Replika Maktab dan toilet pun dibuat menyerupai. Tulisan-tulisan di papan informasi juga ditulis dengan Bahasa Arab dan Inggris.

Yuk Berwisata Manasik, Ada Lokasi Mirip di Tanah Suci 3
Yuk Berwisata Manasik, Ada Lokasi Mirip di Tanah Suci 4

“Semua dibuat mirip. Agar calon jamaah haji bisa merasakan seakan-akan kondisinya seperti ini. Jadi ketika nanti di tanah suci, tidak bingung lagi. Mana itu Arafah, Muzdalifah dan lainya,” kata CEO Firdaus Fatimah Zahra, Mochamad Rifky Azady.

Lokasi manasik Firdaus Fatimah Zahra dibuat seperti aslinya. Di sana hanya sedikit jumlah pepohonan yang ada. Maka, saat masuk, udara panas langsung menyengat. Tujuannya, calon jamaah haji bisa sekaligus beradaptasi kondisi di tanah suci.

Yuk Berwisata Manasik, Ada Lokasi Mirip di Tanah Suci 5
Replika Masjidil Haram
Yuk Berwisata Manasik, Ada Lokasi Mirip di Tanah Suci 6
Museum Al Haramain

Mulai tahun ini, lokasi manasik dibuka untuk umum. Pengunjungnya pun luar biasa. Pada hari-hari biasa sekitar 700-an orang. Namun pada saat jelang musim haji, per hari bisa mencapai 4.000-5.000 orang.

Rata-rata mereka berangkat secara rombongan dan dipandu oleh pembimbingnya. Namun jangan salah, bagi calon jamaah haji yang ingin datang sendiri juga bisa. Butuh pembimbing atau guide yang bisa menjelaskan lokasi, Firdaus Fatimah Zahra juga telah menyediakan.

***

Baca juga:  Ponpes MTA, Semodern Gontor dan Nyes di Kaki Lawu

Lalu berapa harga tiket masuknya, cukup Rp 40 ribu bisa muter-muter lokasi manasik sepuasnya. Oh ya tiketnya unik. Berbentuk seperti paspor, tapi ini bukan paspor melainkan tertulis passfor. Berbentuk buku paspor dan berisikan penjelasan-penjelasan lokasi-lokasi manasik. Sangat bermanfaat bukan?

Yuk Berwisata Manasik, Ada Lokasi Mirip di Tanah Suci 7
Passfor
Yuk Berwisata Manasik, Ada Lokasi Mirip di Tanah Suci 8

***

Pada Tahun ini Fatimah Zahra tercatat di rekor MURI lho. 

MURI Catat Rekor Jamaah Umroh Terbanyak
Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri) mencatat rekor baru untuk pemberangkatan jamaah umroh terbanyak di Indonesia yakni 1.407 orang oleh satu penyelenggara dalam satu hari. Pelaksanaan yang lancar dinilai sebagai pelayanan yang luar biasa dan bisa memberikan dampak positif bagi ibadah umrah di Indonesia.

Senior Manager Muri, Linda menjelaskan catatan itu dibukukan oleh PT Fatimah Zahra pada pelaksanaan umroh di bulan Oktober 2018. Jumlah itu juga mengalahkan rekor sebelumnya dengan jumlah 1.046 jamaah oleh PT Mastour pada April 2017.

Tak hanya itu, satu catatan rekor lagi dibukukan oleh PT Fatimah Zahra yakni sebagai penyelenggara ibadah umrah dengan tawaf dan sai jamaah terbanyak dari satu agen perjalanan yaki 3.838 jamaah. Jumlah jamaah sebanyak ini berangkat dalam tiga hari berturut-turut dan berkumpul bersama di tanah suci.

Catatan ini menumbangkan rekor sebelumnya. Kami ucapkan selamat, kata Linda pada saat penyerahan plakat pemecahan rekor Muri di Semarang, Minggu (23/6).

CEO Fatimah Zahra, Mochamad Rifky Azady mengatakan dalam pemberangkatan jamaah terbanyak dalam sehari itu bak mencarter 11 pesawat karena berangkat dalam hari yang sama.

“Kami menggunakan 11 pesawat Garuda Indonesia. Kita juga pakai 86 bus di Arab Saudi, kita juga berangkatkan sekitar 180 pembimbing,” jelas Rifky.
Dalam penerimaan penghargaan Muri itu turut hadir Menteri Agama 2001-2004, Said Agil Husin Al Munawar. Ia mengapresiasi pemecahan rekor tersebut dan kagum dengan pelaksanaannya.

“Ini rekor terbesar dalam sejarah yang saya ketahui. Saat tawaf mengelilingi Kabah pasukan kita belum putus dari hotel, jadi jamaahnya semua dari Fatimah Zahra,” jelas Said Agil.

******

Lalu di mana sih lokasinya? Jalan Muntal, Mangunsari, Kecamatan Gunung Pati, Kota Semarang, Jawa Tengah. Jika dari Semarang bagian bawah, maka lokasinya setelah Kampus Universitas negeri Semarang (Unnes).

Masih bingung, silakan buka GPS. Hehee….

Silakan mencoba.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.