DeParenting.com
  • Login
  • News
  • Artikel
  • Tips
  • Gaya Hidup
  • Homeschooling
  • Ruang Keluarga
No Result
View All Result
  • News
  • Artikel
  • Tips
  • Gaya Hidup
  • Homeschooling
  • Ruang Keluarga
No Result
View All Result
DeParenting.com
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Bolehkah Anak-anak Mendengar Lagu Dewasa? Berikut Penjelasan Psikolog UNS

Deparenting by Deparenting
21 April 2021
in Lifestyle
11 0
0
Ilustrasi anak-anak mendengarkan musik. (DeParenting/Pixabay)

Ilustrasi anak-anak mendengarkan musik. (DeParenting/Pixabay)

4
SHARES
249
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

DeParenting – Ardhito Pramono, salah satu penyanyi muda berbakat Tanah Air, baru saja merilis singel terbaru berjudul Something New. Berbeda dari karya-karya sebelumnya, Something New merupakan lagu anak-anak yang menjadi pembuka album pendek bertajuk Semar & Pasukan Monyet.

Bukan tanpa alasan, pelantun Fine Today ini menggarap proyek itu lantaran resah dengan banyaknya anak-anak yang menyanyikan lagu orang dewasa. Hal ini menurutnya tidak baik bagi psikis mereka, terutama yang masih berusia 1 hingga 6 tahun.

RekomendasiBaca

Hal-Hal yang Mesti Diperhatikan Saat Pasang Kawat Gigi

Di Keluargamu Ada yang Mau Berhenti Merokok, Ternyata Mereka Butuh Dukungan Lho

Perut Bermasalah? Begini Cara Sesuaikan Pola Makan Usai Puasa

Keresahan tersebut tentu bukan bahasan baru. Lantas, bagaimana sebenarnya pemilihan lagu yang tepat bagi psikologis dan perkembangan anak? Atau bolehkah anak-anak mendengar lagu dewasa?

Menurut Berliana Widi Scarvanovi, S.Psi., M.Psi., Dosen Psikologi Perkembangan FK UNS, anak-anak di bawah usia remaja memang tidak disarankan untuk diperdengarkan atau menyanyikan lagu dewasa. Khususnya lagu bertema percintaan dalam konteks laki-laki dan perempuan.

Secara psikologi ada tahapan perkembangan mulai dari bayi hingga dewasa tua. Di mana pada setiap masa perkembangan tersebut ada target-target dan standar-standar yang harus dicapai. Anak usia sekian seharusnya diberikan stimulus apa, dapat melakukan apa, optimalisasinya harus di ranah mana, dan sebagainya.

Di usia anak-anak, imbuh Berliana, mereka memang lebih banyak ke arah eksplorasi, banyak ke arah belajar, ke arah tema-tema yang memang masih berkaitan dengan dirinya sendiri atau manajemen diri, dan bagaimana penguasaan terhadap lingkungan.

Baca juga:  Tips Menangani Si Bandel di Usia Toddler

“Misalkan lagu mengajarkan bangun pagi, membersihkan tempat tidur sendiri. Lalu ‘Kalau kau suka hati tepuk tangan’ untuk pengenalan emosi sejak dini. Sehingga kalau ada stimulasi entah itu dalam bentuk lagu, film, dan lainnya ya yang harus berkaitan dengan hal-hal itu. Tidak boleh lagu-lagu yang belum sesuai dengan tantangan yang seharusnya dihadapi pada masa anak-anak,” jelasnya sebagaimana dilansir dari laman UNS, Rabu 21 April 2021.

Perihal dampak, Berliana menyebut pada awal masa kanak-kanak (usia balita sampai sekitar kelas 1 SD), mereka belum begitu mengerti apa yang didengarkan atau nyanyikan. Mereka baru sampai pada tahap imitasi atau meniru.

Akan tetapi, semakin lama kognitif anak akan semakin matang dan berkembang pada level tertentu. Anak-anak pun akan mulai menanyakan diksi-diksi yang ada dalam lagu tersebut, seperti kata ‘cinta’ atau ‘pacar’ itu apa.

Jika orang tua tidak dapat menjawab dengan tepat, lalu anak justru bertanya ke teman atau orang lain dan memperoleh informasi yang kurang sesuai, itu lah yang mengkhawatirkan

“Anak mendapatkan informasi dan stimulasi yang tidak sesuai dengan usianya. Dampak lanjutannya macam-macam. Saya rasa salah satunya adalah pacaran dini. Dapat stimulasi dari lagu dan film percintaan yang tulisannya bimbingan orang tua, tapi anak menonton dan mendengarkan dengan bebas,” ujar Berliana perihal bolehkah anak-anak mendengar lagu dewasa.

Tags: headlinelagu anak-anakuns
Previous Post

Metode Pendidikan Waldorf, Sekolahnya Anak Petinggi Google, Apple, Yahoo

Next Post

Inilah Waktu Yang Tepat Untuk Tidur di Saat Puasa

Deparenting

Deparenting

Related Posts

Hal-Hal yang Mesti Diperhatikan Saat Pasang Kawat Gigi. (DeParenting/Pixabay)
Lifestyle

Hal-Hal yang Mesti Diperhatikan Saat Pasang Kawat Gigi

14 Juni 2021
Ilustrasi seleksi CPNS. Foto: jatengprov.go.id
News

Ini Formasi Calon ASN Jateng 2021, Cek Syarat dan Tahapannya

2 Juni 2021
Ilustrasi. (DeParenting/Pixabay)
Ruang Keluarga

Apa Itu Catcalling, Ternyata Dampaknya Mengerikan Bagi Anak Perempuan

17 Mei 2021
Ilustrasi hilang kemampuan penciuman karena Covid 19. (DeParenting/Pixabay)
Ruang Keluarga

Hilang Kemampuan Penciuman Karena Covid 19, Sementara Atau Permanen?

3 Mei 2021
Ilustrasi musik untuk anak. (DeParenting/Pixabay)
Lifestyle

Manfaat Musik dan Lagu Bagi Anak, Jadi Stimulan Kemampuan Dini

25 April 2021
Kepala Unit Donor Darah PMI Kota Pekalongan, Ani Sri Rahayu. (DeParenting/Dok. Pemkot Pekalongan)
Lifestyle

Tips Aman Donor Darah Saat Berpuasa Dari PMI

17 April 2021
Next Post
Ilustrasi tempat tidur. (Deparenting/Pixabay)

Inilah Waktu Yang Tepat Untuk Tidur di Saat Puasa

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Deparenting
    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.
  • Kata Pengantar
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

© 2021 DeParenting - Berbagi cerita parenting dan home schooling.

No Result
View All Result
  • News
  • Artikel
  • Tips
  • Gaya Hidup
  • Homeschooling
  • Ruang Keluarga

© 2021 DeParenting - Berbagi cerita parenting dan home schooling.

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist