DeParenting.com
  • Login
  • News
  • Artikel
  • Tips
  • Gaya Hidup
  • Homeschooling
  • Ruang Keluarga
No Result
View All Result
  • News
  • Artikel
  • Tips
  • Gaya Hidup
  • Homeschooling
  • Ruang Keluarga
No Result
View All Result
DeParenting.com
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Di Keluargamu Ada yang Mau Berhenti Merokok, Ternyata Mereka Butuh Dukungan Lho

Deparenting by Deparenting
8 Juni 2021
in Lifestyle
7 0
0
Ilustrasi rokok. Foto: Pixabay

Ilustrasi rokok. Foto: Pixabay

2
SHARES
98
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

DeParenting – Jika di keluargamu ada yang mau berhenti merokok, harus diperhatikan. Ternyata, dalam proses berhenti merokok itu butuh dukungan orang-orang di sekitarnya dan lingkungannya.

Guru Besar FKKMK UGM, Prof. Dr. Yayi Suryo Prabandari, M.Si., Ph.D., mengatakan berhenti merokok merupakan sebuah proses yang tidak mudah. Untuk dapat berhenti merokok tidak hanya perlu komitmen bersama, tidak hanya di tingkat individu, tetapi juga dukungan keluarga, komunitas/lingkungan, serta layanan kesehatan.

RekomendasiBaca

Hal-Hal yang Mesti Diperhatikan Saat Pasang Kawat Gigi

Perut Bermasalah? Begini Cara Sesuaikan Pola Makan Usai Puasa

Terus Konsumsi Makanan Enak, Awas Penyakit Mengintai!

“Berhenti merokok memang sebuah proses. Dari kajian literatur yang ada, sebagian itu efektif di waktu 6 bulan awal, setelahnya perlu ada penguatan dan pendampingan kembali,” paparnya sebagaimana dikutip dari laman resmi ugm.ac.id.

Ia menyampaikan bahwa berhenti merokok memerlukan penanganan tidak hanya dari satu jenis intervensi saja, tetapi melalui beragam program. Salah satunya melalui strategi perlindungan terhadap asap tembakau dengan melaksanakan dan menguatkan kawasan tanpa rokok (KTR), advokasi jejaring untuk menerapkan KTR, dan berpartisipasi dalam pengembangan dan pengawasan KTR.

Selain itu, melakukan pengawasan penggunaan tembakau dan pencegahannya seperti melakukan pertemuan dengan elemen masyarakat mendiskusikan perilaku merokok. “Optimalkan dukungan untuk berhenti merokok dan waspadakan masyarakat akan bahaya tembakau,” imbuhnya.

Selanjutnya, eliminasi iklan, promosi, dan sponsor terkait rokok/tembakau. Upaya yang bisa dilakukan antara lain dengan advokasi pada pemerintah untuk meniadakan iklan, promosi, dan sponsor terkait rokok/tembakau serta tidak menerima sponsor dari rokok/tembakau. Strategi lain dengan meraih kenaikan cukai tembakau dengan mengadvokasi pemerintah untuk menaikan cukai rokok dan melakukan media advokasi untuk kenaikan cukai tembakau

“Berhenti merokok di Indonesia itu seperti uji nyali karena saat individu sudah bertekad berhenti, namun kondisi lingkungan kurang mendukung sehingga penguatan komitmen sangat diperlukan,” tegasnya.

Baca juga:  Mengapa Anak Miringkan Kepala Saat Melihat?

Dalam webinar bertajuk Penguatan Komitmen Untuk Berhenti Merokok di Era Covid-19 tersebut turut mengundang dua pembicara dari Departemen Ilmu Perilaku Kesehatan, Lingkungan dan Kedokteran Sosial FKKMK UGM yakni dr. Bagas Suryo Bintoro, Ph.D., dan Dr. Dra. Retna Siwi Padmawati, M.A.

Dr. Dra. Retna Siwi Padmawati, M.A., pada kesempatan itu menyampaikan paparan terkait program rumah bebas asap rokok sebagai bentuk penguatan komitmen masyarakat berhenti merokok. Mewujudkan program tersebut bisa dilakukan dengan beragam cara seperti tidak merokok di dalam rumah untuk semua anggota keluarga dan tamu, tidak menyediakan asbak/tempat puntung rokok di rumah dan memasang stiker tanda larangan merokok di dalam rumah.

Selanjutnya, mengupayakan tidak ada yang merokok dalam berbagai pertemuan warga. Cara lain dengan tidak merokok di hadapan anak-anak, ibu hamil dan lansia, serta menyediakan ruang/tempat khusus merokok disesuaikan dengan kondisi rumah dan kampung.

“Jauhkan keluarga dari ekspose rokok karena nantinya bisa ditiru oleh anak-anaknya. Karenanya harus dimulai dengan berhenti merokok agar tidak diikuti anak-anak,” jelasnya.

Sementara dr. Bagas Suryo Bintoro, Ph.D., menyampaikan perokok memiliki risiko lebih besar mengalami kasus yang parah dan meninggal akibat Covid-19. Oleh sebab itu, ia mengimbau masyarakat terutama para perokok untuk berhenti merokok untuk mengurangi risiko terpapar Covid-19.

Lalu, bagaimana cara berhenti merokok? Bagas menjelaskan sejumlah langkah yang bisa dilakukan untuk berhenti merokok. Salah satunya diawali dengan membulatkan tekad untuk berhenti merokok. Kemudian, membiasakan diri berhenti merokok, kenali waktu dan situasi kapan sering merokok, dan mintalah dukungan keluarga. Selain itu, tahan keinginan dengan menunda, berolahraga secara teratur serta konsultasikan dengan dokter/manfaatkan layanan konseling berhenti merokok di fasilitas kesehatan tingkat pertama

“Tidak ada kata terlambat untuk berhenti merokok, sebab berhenti merokok bermanfaat bagi kesehatan sehingga harus didukung oleh semua pihak,” katanya.

 

Tags: bahaya rokokberhenti merokok
Previous Post

Ini Formasi Calon ASN Jateng 2021, Cek Syarat dan Tahapannya

Next Post

Waduh….. Ada Kendala Ujicoba PPDB Online Jateng 2021

Deparenting

Deparenting

Related Posts

Ilustrasi. Foto: Cheryl Holt/Pixabay.
Lifestyle

Suami Perokok, Jangan Harap Anak Tak Ikut Merokok

31 Oktober 2020
Next Post
Ilustrasi PPDB online Jateng 2021. (DeParenting/Dok. Humas Prov Jateng)

Waduh..... Ada Kendala Ujicoba PPDB Online Jateng 2021

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Deparenting
    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.
  • Kata Pengantar
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

© 2021 DeParenting - Berbagi cerita parenting dan home schooling.

No Result
View All Result
  • News
  • Artikel
  • Tips
  • Gaya Hidup
  • Homeschooling
  • Ruang Keluarga

© 2021 DeParenting - Berbagi cerita parenting dan home schooling.

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist