DeParenting.com – Jack Stewart memutuskan untuk mendidik ketiga anaknya di rumah setelah pasangannya pergi. Ketiga anaknya: Janna (6), Nahum (4) dan Amos (2). Keinginannya hanya satu, memberikan pengalaman yang positif. Sama seperti yang saat dia dididik orang tuanya.
Ia percaya bahwa ada perbedaan yang signifikan antara sekolah formal dan homeschooling. Pilihan terakhir dinilai memberikan kesempatan pada anak-anaknya untuk menentukan masa depannya sendiri. Sehingga tak sekadar mengikuti perintah dan aturan ini serta itu.
Namun tak mudah melakukannya. Ia mesti terus menerus melatih dirinya. Belajar tentang pelajaran yang akan diajarkan pada anak-anak. Sehingga ia mencoba menjadi ayah dan guru yang terbaik bagi ketiga anaknya.

Janna, Nahum dan Amos melakukan berbagai kegiatan termasuk membaca, menulis dan berhitung, piano, dan sejarah. Dan untuk memastikan mereka tidak ketinggalan bersosialisasi, Jack mengajak mereka ke rumah-rumah tetangga yang memiliki anak sebaya. Sehingga mereka dapat berteman.
Dia mengatakan bahwa menghabiskan waktu bersama anak-anaknya memberikan pengalaman unik yang kebanyakan ayah lewatkan.

Merawat tiga anak kecil sendirian pada usia 25 tahun bukanlah hal yang mudah. Jack mengakui bahwa terkadang dia membutuhkan waktu untuk dirinya sendiri. Jadi dia melakukannya dengan bangun pada jam 4.30 pagi. Terkadang ia membutuhkan waktu yang tenang dan sendirian.
Hal tersulit tentang homeschooling bagi keluarganya adalah si bungsu, Amos. Dapat menyita banyak waktu. Karena masih kecil, Amos membutuhkan banyak perhatian.

Jack menambahkan bahwa anak-anak memiliki fleksibilitas total untuk masa depan mereka. Mereka akan dipersiapkan dan memiliki akses untuk mendapatkan kualifikasi pendidikan yang standar di Amerika. Ayah muda itu percaya bahwa siapa pun yang mempertimbangkan untuk homsechooling anak-anaknya, harus konsekuen.









Tinggalkan Balasan